Thursday, February 16, 2017

BAHAN AJAR: MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013 TAHUN 2016



A.      Deskripsi Singkat
Mata pendidikan dan pelatihan (mata diklat) ini menjelaskan konsep dan langkah-langkah dalam setiap model-model pembelajaran dan penerapannya sesuai dengan kompetensi dasar
B.     Indikator
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu menjelaskan konsep dan langkah-langkah dalam setiap model-model pembelajaran dan penerapannya sesuai dengan kompetensi dasar
C.     Pokok Bahasan
1.      Pengertian dan langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan scientifik
2.      Pengertian dan langkah-langkah Problem-Based Learning
3.      Pengertian dan langkah-langkah Project-based Learning
4.      Pengertian dan langkah-langkah Inquiry Learning
5.      Pengertian dan langkah-langkah Discovery Learning
6.      Penerapan pendekatan dan model-model pembelajaran sesuai dengan KD.
 D. Materi
Proses pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah (untuk pelaksanaan Kurikulum 2013) diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 beserta lampirannya (Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran). Dalam lampiran Peraturan Menteri tersebut dinyatakan tentang konsep dasar mengenai proses pembelajaran yaitu bahwa peserta didik dipandang sebagai subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Sejalan dengan pandangan tersebut, pembelajaran harus berkenaan dengan kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk mengkonstruksi pengetahuan dalam proses kognitifnya. Selanjutnya, agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya.

Tuesday, January 10, 2017

BAHAN AJAR : KONSEP PENELITIAN TINDAKAN KELAS



A.      Deskripsi Singkat
Mata Diklat Konsep Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada perserta diklat bagaimana cara melaksanakan penelitian tindakan kelas sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian secara ilmiah, mulai dari penetapan/pemilihan topik, dasar teori, pemecahan masalah atau pembahasan sampai dengan penyelesaiannya.
B.     Indikator
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diklat diharapkan mampu memahami dasar-dasar penelitian tindakan kelas dengan berbagai aspeknya, mulai dari menentukan topik, kajian teori, metode, pembahasan, teknik penulisan, sampai dengan penggunaan bahasanya. Kajian pokok dalam masalah ini adalah pengertian penelitian tindakan kelas, tujuan penelitian tindakan kelas, penelitian di bidang pembelajaran, di bidang pembelajaran, pelaksanaan penelitian tindakan kelas.
C.     Pokok Bahasan
             1.       Pengertian penelitian tindakan kelas,
             2.       Tujuan penelitian tindakan kelas,
             3.       Penelitian di bidang pembelajaran,
             4.       Pelaksanaan penelitian tindakan kelas.

Friday, March 18, 2016

SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN TASAWUF

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Islam adalah agama yang oleh umatnya diyakini mengandung seperangkat nilai dasar untuk menuntun kehidupan manusia guna mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Sebagai ajaran agama yang utuh dan lengkap, Islam tidak sekedar memberi atensi terhadap satu dimensi kehidupan, katakanlah jasmani semata tapi juga menekankan aspek rohani. Keduanya harus berada pada suatu keseimbangan. Islam senantiasa memberi tempat bagi penghayatan keagamaan yang bersifat eksoteris (zhahir, lahiriyah) maupun esoterik (bathini) sekaligus,[1] dengan tetap berpijak pada orbit keseimbangan. Artinya sikap ekstrimitas terhadap salah satu aspek semata bisa menimbulkan kepincangan dan menyalahi prinsip keseimbangan dimaksud.
Kendati demikian, pada kenyataannya prilaku penghayatan keagamaan umat Islam terbagi dua kelompok, yang satu menitikberatkan penghayatan keagamaan pada ketentuan-ketentuan luar (al-Ahkam al-Zhawahir, yakni segi-segi lahiriah) dan satu kelompok lain, lebih menitikberatkan pada ketentuan "dalam" atau segi batiniyah[2], kelompok terakhir inilah yang kemudian dikenal sebagai ahli tareqah atau ahli tasawuf.