Thursday, May 11, 2017

ASPEK PERENCANAAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN



I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Secara mendasar, pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dalam arti sempit pendidikan adalah pembelajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Sedangkan para ahli psikologi memandang pendidikan sebagai pengaruh orang dewasa terhadap anak yang belum dewasa agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosialnya dalam masyarakat.
Dilihat dari sudut proses bahwa pendidikan adalah proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya dan yang akan menimbulkan perubahan pada dirinya yang memungkinkan ia berfungsi sesuai kompetensinya dalam kehidupan masyarakat.[1] Dilihat dari sudut pengertian dan defenisi, dengan demikian pendidikan itu ialah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui bimbingan, pembelajaran dan atau latihan yang berlangsung di sekolah dan luar sekolah. Usaha sadar tersebut dilakukan dalam bentuk pembelajaran di mana ada pendidik yang melayani para siswanya dalam melakukan kegiatan belajar, dan pendidik menilai atau mengukur tingkat keberhasilan belajar siswa tersebut dengan prosedur yang ditentukan.

PENGARUH ETOS KERJA WIDYAISWARA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIKLAT PADA DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF PENINGKATAN KOMPETENSI PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MAKASSAR



Abstrak:
Etos kerja widyaiswara BDK Makassar menunjukkan bahwa dari 60 peserta diklat yang dijadikan responden, 95 persen peserta diklat menyatakan etos kerja widyaiswara berada pada kategori sedang, dan 5 persen yang menyatakan pada kategori tinggi. Dari respon responden tersebut dapat disimpulkan bahwa etos kerja widyaiswara BDK Makassar berada pada klasifikasi Sedang. Nilai rata-rata peserta diklat di BDK Makassar adalah 77,18 yang berada pada kategori Cukup Baik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh/korelasi yang positif dan signifikan antara etos kerja widyaiswara dengan prestasi belajar peserta diklat pada Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Penelitian Tindakan Kelas di BDK Makassar.

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Islam sebagai dienul haq merupakan minhajul hayat yang syamil bagi manusia. Konsepsi yang demikian itu mengandung pengertian bahwa Islam sebagai dien yang sempurna tidak memisahkan atau memilahkan antara urusan dunia dan urusan akhirat. Keduanya merupakan persoalan yang esensial yang harus dipahami oleh setiap manusia, yang apabila ia memisahkan urusan tersebut, maka yang akan terjadi adalah penyesalan. Untuk itu, Islam adalah ladang untuk memasuki akhirat.(QS. Ali Imran/3: 83) Ini membuktikan bahwa Islam bukan hanya di masjid beribadah melulu yang akhirnya mengabaikan urusan dunia, tetapi juga bukan hanya mengejar dunia hingga akhirat terlupakan begitu saja. Tetapi Islam mengaitkan keduanya dalam ikatan yang kuat. Barangsiapa yang memisahkan, berarti ia telah memutuskan tali hubungan antara hamba dengan Khaliknya.

BAHAN AJAR: METODOLOGI DAN INSTRUMEN PENELITIAN



NAMA DIKLAT : Diklat TEKNIS SUBSTANTIF  PENINGKATAN KOMPETENSI KARYA TULIS ILMIAH BAGI PENGAWAS DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MAKASSAR



A.    Deskripsi Singkat

Mata pendidikan dan pelatihan ini menjelaskan pelaksanaan penelitian pendidikan pada aspek memilih dan mengembangkan (menyusun) instrumen penelitian, mengumpulkan data penelitian, dan menentukan metodologi penelitian (tindakan, eksperimen, korelasional, dan evaluatif)
B.   Indikator
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu melaksanakan penelitian pendidikan pada aspek memilih dan mengembangkan (menyusun) instrumen penelitian, mengumpulkan data penelitian, dan menentukan metodologi penelitian (tindakan, eksperimen, korelasional, dan evaluatif)

C.   Pokok Bahasan
1. Pemilihan dan pengembangan (penyusunan) instrumen penelitian

2. Pengumpulan data penelitian

3. Penentuan metodologi penelitian (tindakan, eksperimen, korelasional, dan evaluatif)