Sunday, August 13, 2017

MENAKAR KUALITAS KEPEMIMPINAN KITA DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN JOHN C. MAXWELL



Bicara soal “pemimpin”, persepsi awal biasanya terbatas hanya pada orang-orang yang memiliki jabatan dalam organisasi atau instansi tertentu. Padahal sesungguhnya setiap orang adalah pemimpin sebagaimana ditegaskan Nabi saw.: “Maka camkanlah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan dituntut (diminta pertanggungjawaban) tentang hal yang dipimpinnya”. Karena itulah, pemimpin dapat dimaknai sebagai orang yang diberikan amanah dan kepercayaan oleh Allah untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya yang kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya.

KONSEP HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk paedagogis yang membawa potensi yang dapat dididik dan dapat mendidik. Dengan potensi ini, manusia mampu menjadi khalifah di bumi, pendukung dan pengembang kebudayaan sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk yang mulia. (QS. Al-Isra/17: 70) Untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi tersebut, pendidikan merupakan sarana yang menentukan sampai ke titik optimal kemampuan-kemampuan dapat dicapai. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, anak dan segenap kemampuan dan bakatnya dapat berkembang secara interaktif dan dialektis antara kemampuan dasarnya dan pengaruh pendidikan. (Arifin, 1993: 1)

Thursday, May 11, 2017

ASPEK PERENCANAAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN



I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Secara mendasar, pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dalam arti sempit pendidikan adalah pembelajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Sedangkan para ahli psikologi memandang pendidikan sebagai pengaruh orang dewasa terhadap anak yang belum dewasa agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosialnya dalam masyarakat.
Dilihat dari sudut proses bahwa pendidikan adalah proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya dan yang akan menimbulkan perubahan pada dirinya yang memungkinkan ia berfungsi sesuai kompetensinya dalam kehidupan masyarakat.[1] Dilihat dari sudut pengertian dan defenisi, dengan demikian pendidikan itu ialah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui bimbingan, pembelajaran dan atau latihan yang berlangsung di sekolah dan luar sekolah. Usaha sadar tersebut dilakukan dalam bentuk pembelajaran di mana ada pendidik yang melayani para siswanya dalam melakukan kegiatan belajar, dan pendidik menilai atau mengukur tingkat keberhasilan belajar siswa tersebut dengan prosedur yang ditentukan.